KELOMPOK SOSIAL

16 Dec

PENGERTIAN KELOMPOK SOSIAL
Horton dan Hunt paling tidak mengemukakan empat macam pengertian kelompok, diantaranya:
• Kelompok sebagai setiap kumpulan manusia secara fisik.
• Kelompok adalah sejumlah orang yang memiliki persamaan ciri-ciri tertentu.
• Kelompok merupakan sejumlah orang yang memiliki pola interaksi yang terorganisasi dan terjadi secara berulang-ulang. Batasan ini tidak mencakup segenap pertemuan yang terjadi secara kebetulan dan bersifat sementara.
• Kelompok adalah setiap kumpulan orang yang memiliki kesadaran bersama akan keanggotaan dan saling berinteraksi.

Ciri-Ciri Kelompok Sosial

• Kesatuan yang nyata dan dapat dibedakan dari kesatuan manusia lain.
• Memiliki struktur sosial yang setiap anggotanya memiliki status dan peran tertentu.
• Memiliki norma yang mengatur hubungan di antara para anggotanya.
• Memiliki kepentingan bersama.
• Adanya interaksi dan komunikasi.

Klasifikasi Kelompok Sosial Menurut Cara Terbentuknya.
1) Kelompok Semu
Kelompok semu timbul di tengah-tengah pergaulan hidup manusia, bersifat sementara, tidak mempunyai kemungkinan membentuk ikatan sebagai anggota. Kelompok semu dapat dibedakan menjadi kerumunan (crowd), massa (mass) dan publik.
Kerumunan (Crowd)
• Ukuran utama kerumunan adalah kehadiran orang secara fisik (berkumpul pada range sejauh mata melihat dan telinga mendengar)
• Tidak terorganisasi, tetapi dapat mempunyai pemimpin
• Identitas seseorang tenggelam dalam kerumunan
• Sifatnya spontan dan sementara, kerumunan akan bubar dengan perginya orang-orang dari kerumunan
• Tidak memiliki alat pengendalian sosial

Tipe-tipe kerumunan
a) Khalayak penonton (pendengar formal/formal audience)
Kerumunan demikian mempunyai perhatian dan tujuan yang sama, misalnya penonton bioskop, pengunjung khotbah agama, dsb.
b) Kelompok ekspresif yang direncanakan (planned expressive group)
Kerumunan yang terdiri atas orang-orang yang mempunyai tujuan sama tetapi pusat perhatiannya berbeda-beda, misalnya kerumunan orang-orang yang berpesta
c) Kumpulan orang yang kurang menyenangkan (inconvinent aggregations)
Dalam kerumunan semacam ini kehadiran orang lain merupakan halangan bagi seseorang dalam mencapai tujuan. Misalnya: antre tiket, kerumunan penumpang bus, dst.
d) Kumpulan orang-orang yang panik (panic crowd)
Ialah kerumunan yang terdiri atas orang-orang yang menghindari bencana/ancaman. Misalnya pengungsi
e) Kerumunan penonton (spectator crowd)
Yaitu kerumunan orang-orang yang ingin melihat sesuatu atau peristiwa tertentu. Kerumunan semacam ini hampir sama dengan formal audience, tetapi tidak terencana
f) Lawless crowd
Yaitu kerumunan orang-orang yang berlawanan dengan hukum, misalnya: acting mobs, yakni kerumunan orang-orang yang bermaksud mencapai tujuan tertentu dengan menggunakan kekuatan fisik. Contoh lain: immoral crowd, seperti formal audience, tetapi bersifat menyimpang.
Massa
Massa merupakan kelompok tidak teratur yang mempunyai ciri-ciri mirip dengan kerumunan, tetapi terbentuknya disengaja atau direncanakan dengan persiapan (tidak spontan) Misalnya aksi protes/demontrasi, orang-orang yang mengikuti kegiatan tertentu, seperti sepeda gembira
Publik
• Publik merupakan kelompok yang tidak merupakan kesatuan.
• Interaksi terjadi tidak langsung melainkan melalui alat-alat komunikasi, seperti radio, televisi, internet, film, dsb.
• Alat-alat komunikasi menjadikan publik sebagai kelompok semu yang sangat besar, meskipun tidak merupakan kesatuan
• Dasar ikatan publik dapat berupa nilai-nilai sosial atau tradisi tertentu.
2) Kelompok Nyata
• Kelompok statistik
Bentuk terakhir dari kelompok adalah kategori atau kelompok statistik, yaitu kelompok yang terdiri atas orang-orang yang memiliki kesamaan jenis (misalnya jenis kelamin, umur, pekerjaan, dan sebagainya), tetapi tidak memiliki satu pun dari tiga kriteria kelompok menurut Biersted. Sebenarnya kelompok statistik bukanlah “kelompok”, sebab tidak memiliki tiga ciri tersebut. Kelompok statistik hanyalah orang-orang yang memiliki kategori statistik sama, misalnya kelompok umur (0-5 tahun, 6-10 tahun, dst.) yang dipakai dalam data penduduk Biro Pusat Statistik. Dalam kelompok ini sama sekali tidak ada organisasi, tidak ada hubungan antar-anggota, dan tidak ada kesadararan jenis.
• Kelompok kemasyarakatan (Societal Groups)
Kelompok kemasyarakatan merupakan kelompok yang berisi orang-orang yang memiliki kesadaran jenis saja, tidak ada hubungan sosial di antara orang-orang tersebut maupun organisasi, disebut sebagai kelompok kemasyarakatan (societal groups).
• Kelompok sosial (Social Groups)
Kelompok yang para anggotanya memiliki kesadaran akan kesamaan jenis serta hubungan sosial di antara warganya, tetapi tidak mengenal organisasi.
• Asosiasi
Suatu asosiasi atau organisasi formal terdiri atas orang-orang yang memiliki kesadaran akan kesamaan jenis, ada hubungan sosial di antara warga kelompok dan organisasi.

Klasifikasi Kelompok Sosial Menurut Erat Longgarnya Ikatan Antaranggota
• Gemeinschaft dan Gesselschaft
Tönnies membedakan antara “Gemeinschaft” dengan Gesellschaft”. Gemeinschaft merupakan hubungan-hubungan yang all intimate, private, and exclusive. Terdapat 3 macam gemeinschaft yaitu gemeinschaft by blood, gemeinschaft of place, dan gemeinschaft of mind.
Sedangkan gesselschaft bersifat sementara (kontraktual), berdasarkan kepentingan tertentu, dan bersifat semu.
Klasifikasi Kelompok Sosial Menurut Kualitas Hubungan Antaranggota
• Kelompok Primer dan Sekunder
Primary group (kelompok primer), yaitu kelompok yang ditandai oleh pergaulan dan kerjasama face to face (tatap muka) yang intim (menjamin kesejahteraan emosional). Contohnya: keluarga. Kondisi fisik kelompok primer tidak cukup hanya hubungan saling mengenal saja, akan tetapi yang terpenting adalah bahwa anggota-anggotanya secara fisik harus berdekatan, jumlah anggotanya harus kecil, sehingga mereka dapat saling kenal dan saling tatapmuka, hubungan di antara anggota-anggotanya relatif permanen.
Sifat-sifat hubungan primer: kesamaan tujuan, masing-masing anggota mempunyai tujuan dan sikap yang sama, sehingga masing-masing rela berkorban untuk kepentingan anggota kelompok lainnya, hubungan primer bersifat sukarela, sehingga pihak-pihak yang bersangkutan merasa tidak ada tekanan-tekanan melainkan kebebasan, hubungan primer melekat pada kepribadian orang, sehingga tidak dapat digantikan oleh yang lain, dan hubungan berlangsung di segenap aspek kepribadian, termasuk perasaan. Kelompok sekunder lebih besar daripada kelompok primer, lebih bersifat anonim, lebih formal, dan lebih tidak mempribadi (personal). Pada umumya didasarkan pada kepentingan, dan berinteraksi atas dasar status sepesifik, misalnya kelompok berdasarkan profesi, partai politik, organisasi siswa,dan lain-lain.
Klasifikasi Kelompok Sosial Menurut Pencapaian Tujuan
• Kelompok Formal dan Informal
Kelompok formal merupakan kelompok yang memiliki peraturan yang tegas dan dengan sengaja dibuat oleh anggotanya untuk mengatur hubungan antaranggotanya. Sedangkan kelompok informal terbentuk karena pertemuan-pertemuan yang berulang dan merasa memiliki kepentingan yang sama.
Klasifikasi Kelompok Sosial Menurut Pendapat Merton
• Membership Group dan Reference Group
Membership group: merupakan kelompok di mana seseorang secara fifik tercatat sebagai anggota. Reference group/ kelompok acuan merupakan kelompok yang menjadi ukuran (acuan) bagi seseorang yang bukan anggota kelompok untuk membentuk pribadi dan perilakuannya. Seorang anggota partai politik tertentu yang perolehan suara dalam pemilu memenuhi untuk menjadi anggota DPR, akhirnya menjadi anggota DPR. Secara fisik ia tercatat sebagai anggota DPR, sehingga DPR merupakan membership group baginya. Tetapi rujukan perilaku, bahkan jiwa dan pikirannya tetap terikat oleh partai, maka partai politik di mana ia berasal merupakan reference group baginya.

Klasifikasi Kelompok Sosial Menurut Sudut Pandang Individu
• In group dan Out group
In group merupakan kelompok sosial tempat individu mengidentifikasikan dirinya. Sedangkan out group merupakan kelompok yang menjadi lawan in group, terkadang ditandai dengan sikap antipasti sehingga dapat menjadi dasar munculnya sikap etnosentris.

Sumber: Tim Sosiologi. 2006. Sosiologi 2 Suatu Kajian Kehidupan masyarakat. Jakarta: Yudhistira.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: